Koranaspirasi.com | PRINGSEWU – Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dari Partai Golkar, Anton Subagiyo, SH, menyoroti serius kondisi Jalan Pujorahayu, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, yang merupakan jalur alternatif penting menuju Bandara Raden Intan II dan penghubung ke Kabupaten Pringsewu.
Menurut Anton, kondisi jalan yang rusak parah tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat. Padahal, jalan Branti–Pringsewu yang melintasi Desa Pujorahayu memiliki peran strategis sebagai jalur pengurai kemacetan sekaligus akses tercepat menuju bandara.
“Jalan ini bukan sekadar jalan desa atau kabupaten. Fungsinya sangat vital karena menjadi jalur alternatif ke Bandara Raden Intan, juga penghubung Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat,” ujar Anton, Rabu (04/02/2026).
Anton menjelaskan, saat ini kepadatan lalu lintas di jalan nasional, khususnya Jalan Ahmad Yani Pringsewu, sudah sangat tinggi, terutama pada jam sibuk pagi hingga sore hari. Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk serius membenahi dan mengembangkan jalan-jalan alternatif.
Ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Pringsewu dapat bersinergi mengusulkan perbaikan Jalan Pujorahayu melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Lebih jauh, Anton menilai sudah saatnya jalan tersebut dipertimbangkan menjadi aset Pemerintah Provinsi Lampung, mengingat fungsinya yang melayani lintas kabupaten dan menjadi akses strategis ke Bandara Raden Intan II.
“Bandara Raden Intan saat ini adalah bandara haji dan bandara domestik utama bagi masyarakat Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran. Ke depan, jika bandara berkembang menjadi bandara internasional, maka akses jalannya harus benar-benar layak,” tegasnya.
Kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan jalan yang cukup memprihatinkan, mulai dari lubang besar, permukaan jalan bergelombang, hingga genangan air saat hujan. Bahkan, warga sempat menanam pohon pisang di sejumlah titik sebagai bentuk protes, sehingga jalan tersebut dijuluki warga sebagai “jalan jeglongan”.
Anton berharap pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, perbaikan Jalan Pujorahayu bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan pengguna jalan, kelancaran arus mudik Idulfitri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Lampung.(Roby)













