Koranaspirasi.com|Pesisir Barat – Jembatan Way Pemerihan di Kecamatan Bangkunat, Pesisir Barat, Lampung yang roboh akibat banjir pada tahun lalu dipastikan akan segera dibangun kembali dalam waktu dekat. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung masyarakat dari wilayah Way Heni menuju Empat ( 4 ) Desa di Way Haru.
Kepastian pembangunan itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Barat, Ramadhan Yusuf, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
”Untuk pembangunan Jembatan Way Pemerihan direncanakan akan mulai dilaksanakan pada awal tahun ini,” ujarnya,Jumat (13/3/2026).
Ramadhan menjelaskan, saat ini proyek pembangunan jembatan tersebut masih berada dalam proses lelang. Tahapan yang sedang berjalan yakni proses lelang jasa konsultasi pengawasan, sementara lelang untuk pengerjaan fisik proyek sedang dalam tahap persiapan untuk ditayangkan.
Menurutnya, pembangunan kembali jembatan tersebut sangat mendesak karena menjadi satu-satunya akses transportasi bagi masyarakat menuju wilayah Way Haru.
”Pembangunan jembatan ini sangat urgent karena merupakan satu-satunya akses penghubung ke daerah Way Haru. Terlebih jika ada warga yang sakit, tentu sangat sulit untuk diseberangkan tanpa adanya jembatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini tidak ada lagi kendala berarti dalam proses pembangunan jembatan tersebut. Kita pahami Bersama, bahwa daerah terisolir untuk menuju empat desa tersebut sangat sulit, dengan menggunakan transportasi Ojek motor dan Grobak sapi.
Pemerintah daerah juga telah memperoleh izin dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) untuk melaksanakan pembangunan jembatan.
Namun demikian, untuk pembangunan akses jalan menuju wilayah tersebut belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat karena masih menunggu proses perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak BBTNBBS.
”Penandatanganan kesepakatan PKS direncanakan akan dilakukan setelah Lebaran,” katanya.
Dalam kesepakatan tersebut, akses jalan yang akan dibangun diperkirakan memiliki panjang sekitar 10 kilometer dengan lebar sekitar dua meter.
Ramadhan juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini rencana pembangunan akses jalan serta empat unit jembatan tambahan di wilayah tersebut masih berada pada tahap perencanaan.
”Jika tidak ada kendala, tahap pembangunan jalan dan jembatan di dalam kawasan itu direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang,” pungkasnya. (Byg)











